Home » , , » Senjata Tradisional Dari Sumatera Utara

Senjata Tradisional Dari Sumatera Utara

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Monday, April 18, 2016 | 9:26 AM

 

pariwisataSUMUT.Net - Berbicara tentang senjata tradisional, setiap suku dan daerah tentu saja memiliki alat yang digunakan sebagai pelindung diri. Terutama pada masa lampau dimana perang dan kericuhan masih kerap terjadi. Senjata tradisional Sumatera Utara menambah khasanah kekayaan budaya dan adat-istiadat, hingga saat ini, setiap daerah dan suku masih tetap menyimpan berbagai senjata tradisional tersebut.

Berbagai senjata tradisional seperti Piso gajah Dompak, Hujur, Piso Gading, Piso Surit atau Tunggal Panaluan bahkan banyak juga yang digunakan sebagai pelengkap pakaian tradisional pada upacara atau ritual tertentu, senjata tersebut kerap juga ditampilkan sebagai wujud identitas dan pengenalan budaya dari satu suku atau daerah. Berikut senjata tradisional dari Sumatera Utara yang kami himpun.

Piso Surit
Piso Surit merupakan senjata tradisional dari Suku Karo. Suku ini mendiami kabupaten Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi dan sebagian kecil wilayah Aceh. Daerah-daerah tersebut diatas lebih dikenal dengan sebutan Tanah Karo.
Piso Surit berasal dari dua padanan kata yang berasal dari bahasa Karo, Piso yang berarti Pisau dan Surit adalah nama yang disematkan untuk pisau tersebut. Pada masa penjajahan, Piso Surit adalah senjata yang digunakan oleh masyarakat Karo untuk mengusir penjajah. Piso Surit juga diabadikan dalam sebuah lagu tradisional Karo yang cukup terkenal. Anda dapat melihat koleksi Piso Surit di berbagai museum, seperti Museum Negeri Sumatera Utara dan Museum Djamin Ginting.

Piso Gaja Dompak
Piso Gaja Dompak berasal dari suku Toba yang mendiami wilayah Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun dan Kabupaten Dairi.
Piso Gaja Dompak berasal dari padanan kata Bahasa Batak, Piso yang berarti Pisau, kata Gaja Dompak berasal dari ukiran gajah yang terdapat pada senjata tradisional tersebut, memiliki filosofi gagah serta melambangkan keperkasaan. Piso Gaja Dompak hanya dimiliki oleh mereka yang berasal dari keturunan raja, sehingga kuantitas dari senjata tradisional ini cukup terbatas.

Tunggal Panaluan
Tongkat Tunggal Panaluan masih berasal dari masyarakat Batak Toba, senjata tradisional yang unik dengan ukiran-ukiran ini dapat anda temukan pada masyarakat Batak Toba terutama mereka yang tinggal dan menetap di Kabupaten Samosir dan Toba Samosir.
Nama Tukkot Tunggal Panaluan berasal dari sebuah mitologi yang dipercaya oleh suku Batak terkait sebuah keluarga di Tanah Batak yang tertelan oleh kayu besar. Sebab itulah mengapa motif dari Tunggal Panaluan terdiri dari beberapa ukiran manusia dan juga hewan. 

Hujur
Dalam bahasa Indonesia diartikan Tombak, memiliki ujung yang runcing dan biasanya digunakan dengan cara melemparkan kesasaran, senjata tradisional ini hampir dapat ditemukan dari setiap suku di Sumatera Utara namun memiliki penamaan yang berbeda, Hujur bagi masyarakat Batak Toba, Simalungun dan Mandailing sedangkan Pakpak dan Karo menamainya dengan Kujur sedangkan masyarakat Melayu menamakannya Tombak.
Hujur tidak memiliki legenda seperti senjata tradisional lainnya dari Sumatera Utara. Anda dapat melihat secara langsung keberadaan senjata ini di museum-museum di Sumut. Sebagian besar masyarakat di Sumatera Utara juga masih mengoleksinya.  
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

Post a Comment

kami independen, jadi... sila berkomentar dengan sopan dan juga kritik konstruktif. Salam Peduli Pariwisata Sumut.

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net