Home » , , , » Bahasa Pakpak

Bahasa Pakpak

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Monday, August 11, 2014 | 11:02 PM

Pakpak, etnis yang mendiami Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat. Merupakan salah satu etnis dari suku Batak yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Masyarakat Pakpak memiliki tradisi, budaya dan kearifan lokal berbeda dengan yang lainnya. 

Bahasa sebagai salah satu sub budaya menjadi panduan untuk mengenal darimanakah seseorang itu berasal. Bahasa juga menjadi alat untuk menyampaikan informasi atau pesan dari komunikator kepada komunikan untuk mendapatkan feed back yang diinginkan.

Bahasa Pakpak merupakan bahasa pengantar bagi masyarakat Pakpak secara umum selain bahasa Indonesia. Bahasa ini dibagi kedalam beberapa suak sesuai dengan dialeknya.

Bila berkunjung ke kabupaten Dairi atau Pakpak, anda akan dihadapkan dengan masyarakat Pakpak. Untuk berkomunikasi bisa saja menggunakan bahasa Indonesia, akan tetapi untuk menumbuhkan rasa keakraban penting adanya untuk sedikit banyak tahu menggunakan bahasa Pakpak meski hanya sekedar sapaan saja.

Kata yang kerap digunakan dalam percakapan bahasa Pakpak:
Njuah-Njuah = Sehat, Tuhan memberkati.
Ise = Siapa
Gerrar = Nama
Idike = Dimana
Bekkas = Tempat
Ko = Kamu
Silih = Sapaan untuk orang yang seumuran dan sama-sama berjenis kelamin laki-laki.
Eda = Sapaan untuk orang yang seumuran dan sama-sama berjenis kelamin perempuan'
Turang = Sapaan untuk orang yang seumuran dan berbeda jenis kelamin (satu marga).

Contoh percakapan dalam bahasa Pakpak
A: Njuah-njuah turang 
B: Njuah-Njuah turang
A: Ise gerrarmu turang? (Siapa namamu turang?)
B: gerrarku Mbulan. (namaku Mbulan)
A: Idike kuta turang? (dimana kampung/tempat tinggal turang)
B: I Penanggalen Mbinanga Boang (Di Penanggalen Mbinanga Boang)

Sebagai salah seorang anak Indonesia yang lahir di tanah Pakpak, Penulis sangat mencintai kebudayaan Pakpak meski penulis sendiri berasal dari etnis Toba. Sangat disayangkan sekali, anak muda Pakpak malah banyak yang malu menggunakan bahasa Pakpak bila tengah bertemu di kota. Perlu diketahui sebenarnya bahwa dengan menggunakan bahasa ibu, kita sudah membuktikan bahwa ada kecintaan terhadap budaya sendiri, tidak perlu istilah malu. Kalau bukan kita yang mengenalkan budaya kita kepada orang lain, siapa lagi? (Antonius Naibaho)

Info lainnya terkait kabupaten Pakpak Bharat, sila klik untuk membaca:
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net