Home » , , , » Agama Parmalim Di Hutatinggi Tapanuli Utara

Agama Parmalim Di Hutatinggi Tapanuli Utara

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Friday, August 29, 2014 | 9:15 AM


Agama Parmalim mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya, apalagi bila anda berada di luar provinsi Sumatera Utara. Keberadaanya sudah ada semenjak zaman dahulu, sebelum agama-agama yang yang diakui di Indonesia muncul dan menyebar secara luas.

Sejarah
Parmalim didirikan oleh seorang pahlawan bangsa batak, ia memiliki nama Raja Sisingamangara. Pahlawan yang gencar menggerakkan masyarakat untuk mengusir kolonial Belanda kala itu. Paramalim ini mulanya muncul sebagai benteng pertahanan, sebuah gerakan spiritual dan kepercayaan kuno untuk menahan orang Batak karena kemunculan agama baru yang dibawa oleh bangsa Belanda. 


Asal Muasal Kata Parmalim
Par dalam bahasa Batak memiliki arti: orang yang melakukan, mempercayai sesuatu hal. Sedangkan Malim berasal dari bahasa Melayu pesisir yang berarti pintar dalam permasalahan mengenai agama.

Lokasi
Agama Parmalim saat ini berpusat di Desa Hutatinggi, kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Ajaran Agama Parmalim
Layaknya seperti agama lain di Indonesia bahkan di dunia, Parmalim juga memiliki tatanan yang sangat bagus. Dengan mengusung prinsip Dalihan Na Tolu (Tungku Nan Tiga), mengatur hubungan baik antar sesama manusia, serta bagaimana mempersembahkan hidup kepada Debata Mula Jadi Nabolon (Tuhan)

Pengikut Parmalim 
Hingga saat ini, parmalim telah dianut oleh 1.500 keluarga dengan jumlah sekitar 6.000 orang. 


Peribadatan Agama Parmalim
Bale Parpitaan adalah tempat dimana seseorang ingin mempersembahkan sajian.
Pangaminan adalah tempat peribadatan bagi umat Ugamo Malim 

Rumah Ibadah Agama Parmalim
Bangunan peribadatan agama Parmalim ditandai dengan lambang 3 ekor ayam. Lambang tersebut memberikan makna bahwa terdapat 3 partondian (keimanan) yang diturunkan oleh Debata Mula Jadi Nabolon kepada orang Batak yakni: Batara Guru, Debata Sori dan Bala Bulan. Ayam merupakan salah satu hewan persembahan kepada Debata. Ketiga ayam tersebut terdiri dari warna yang berbeda yakni hitam, putih dan merah dengan makna yang berbeda pula. Rumah adat ini diberi nama Bale Pasogit.

Hari Besar Agama Parmalim
- Agama Parmalim mengenal istilah marari Sabtu, dimana upacara keagamaan Parmalim diadakan setiap hari Sabtu.
- Parningotan hahitubuon ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Persembahan Besar)

Aturan Dan Larangan Agama Parmalim
- Mematuhi 5 patik ni ugamo malim (Mematuhi 5 Titah Agama Malim)
- Martutu Aek: ritual pemandian bayi setelah berumur satu bulan.
- Pasahat Tondi: ritual yang dilakukan setelah sebulan saat kematian, dll
- Larangan memakan daging dan darah hewan.
-  Larangan secara sembarangan menebang pohon

Upacara Si Paha Lima
Upacara Sipahama Lima merupakan salah satu hari besar agama Parmalim. Upacara ini diadakan pada bulan ke lima sesuai dengan kalender Batak (Pustaha Batak) untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap Debata Mula Jadi Na Bolon atas segala rejeki yang telah dilimpahkannya.

Review
Agama Parmalim hingga saat ini belum diakui secara resmi oleh pemerintah, hal tersebut menjadi salah satu kendala bagi penganutnya untuk mendapatkan catatan sipil seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) Akte Lahir, dan lain-lain. Pemerintah menganggap Parmalim sebagai wujud budaya yang bersifat religius. (Text By: Antonius Naibaho Foto By: Johnny Siahaan)
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net