Widget HTML Atas

Fungsi, Prinsip dan Pengertian Perencanaan Pariwisata

Perencanaan pariwisata memiliki posisi penting di dalam membangun image suatu destinasi. Pembentukan citra pariwisata sebenarnya tidaklah mudah. Bila ditelisik dari ilmu komunikasi, tempat dan destinasi memiliki dua makna berbeda. Sebagai contoh: ketika seorang wisatawan berkunjung ke Berastagi, maka yang ia ingat adalah Pasar Buah dan budaya Karo yang begitu kental.

Perencanaan pariwisata berasal dari dua suku kata yakni perencanaan dan pariwisata. Bila dikaji dari segi ilmu manajemen, maka berarti proses penetapan visi dan misi melalui tahapan berkesinambungan untuk mencapai target.

Wisatawan tersebut membawa “memory” yang tersimpan dibenaknya. Lain hal bila wisatawan itu berkunjung ke tempat wisata, maka sepulangnya ia hanya akan menganggap aktivitas tersebut sebagai perjalanan biasa.


Ada beberapa point penting dalam membentuk perencanaan pariwisata diantaranya adalah:
1. Adanya kegiatan maupun atraksi wisata yang memang benar-benar dapat menarik minat berkunjung wisatawan.
2. Ketersediaan akomodasi disertai dengan nilai-nilai hospitality.
3. Tersedianya beragam pelayanan juga fasilitas lain seperti rumah makan, restoran, toko oleh-oleh, jasa penukaran uang, salon, fasilitas kesehatan, keamanan dll.
4. Aksesibilitas dan transportasi yang memadai.
5. Infrastruktur yang tersedia.

Mengacu pada konsep sustainable tourism, ada dua target yang harus ditetapkan:
1. Pariwisata sebagai industri yang dapat memenuhi segala kebutuhan wisatawan
2. Pariwisata sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dari kedua poin di atas, nomor 2 menjadi target utama yang tengah digalakkan oleh berbagai organisasi maupun pelaku pariwisata. Sebab itu pula muncul istilah “Travel Like Local People” sehingga para pelaku industri keramahtamahan diharapkan dapat melibatkan masyarakat lokal sehingga tidak menjadi penonton di tengah kemajuan pariwisata di daerahnya.



Lalu kenapa perencanaan pariwisata begitu penting?
1. Kemajuan sektor pariwisata mengalami perubahan secara signifikan yang berkaitan erat dengan sektor dan sendi kehidupan masyarakat.
2. Tingginya tingkat persaingan pemasaran pariwisata terutama di era digital.
3. Mengingat besarnya dampak dari pariwisata
4. Pengelolaan yang tak terarah dapat menyebabkan kekayaan alam dan budaya mengalami kerusakan.
5. Dampak pariwisata secara sosial dan lingkungan.

Melihat  Tingkat Perencanaan Pariwisata
Perencanaan pariwisata sudah terorganisir secara baik melalui badan ataupun lembaga resmi yang didirikan. Mulai dari skala regional, nasional hingga internasional.
Secara internasional, beberapa perencanaan pariwisata diantaranya adalah World Tourism Organization (WTO), International Civil Aviation Organzation dan Internatioanl Council of Cruise Lines (ICCL). Sedangkan untuk tingkat regional diantaranya:  Pacific Asia Travel Association (PATA) Tourism Council of the South Pacific (TSCP) dan Indian Ocean Tourism Organization (IOTO). (Antonius Naibaho/PSN).