Widget HTML Atas

Tombak Sulu sulu, Lokasi Memesona di Tepi Panatapan Bakkara

tombak sulusulu
tombak sulusulu - image by nby matahati
Kita pasti tahu bahwa Sisingamangaraja merupakan pahlawan dari Tanah Batak. Apabila dirujuk berdasarkan daerah asal, maka Tombak Sulu sulu (Goa Partonunon) merupakan tempat dimana tokoh tersebut dilahirkan.

Tombak Sulu sulu adalah sebuah gua bebatuan berukuran kecil di salah satu tebing bukit yang terjal di Desa Marbun Tonga. Daya tarik objek wisata tersebut tidak hanya dari sisi budaya, tapi pemandangan alam yang disuguhkan Panatapan Bakkara selalu membuat pengunjung berdecak kagum.

1. Geo Heritage Tombak Sulusulu

tombak sulusulu
geo heritage humbahas - image via ricardo marpaung
Sekeliling Tombak Sulu-sulu dipadati bebatuan jenis gamping mezozoik yang diklaim telah berusia kurang lebih 250 tahun. Bebatuan tersebut diperkirakan muncul sekitar 800 ribu tahun silam saat pertama kali Gunung Toba meletus.

Tempat wisata budaya ini sudah beberapa kali dikunjungi oleh para peneliti geologis dari luar negeri. Hasil riset mereka menyatakan bahwa bebatuan gamping mezozoik (mezozoic limestone) Toba terangkat dari dalam bumi akibat adanya pergeseran lempeng.

Geoheritage Tombak Sulusulu yang terletak di daerah Bakti Raja, Humbahas ini merupakan destinasi warisan bumi kawasan Geopark Kaldera Toba yang cukup diminati oleh wisatawan minat khusus.

2. Goa Partonunan

tombak sulusulu
goa partonunan image via hermanto tobing
Secara terminologi bahasa Batak Toba, istilah 'partonunan' adalah tempat bertenun, sedangkan kata Tombak Sulusulu berarti hutan belantara dan suluh atau obor penerang. Lokasi ini sebenarnya sangat disakralkan oleh penduduk. Rata-rata pengunjungnya datang untuk berziarah.

Dalam Folklore Batak, terdapat legenda Tombak Sulusulu dan Gua (liang) Partonunon yang menceritakan bahwa ibunda Raja Sisingamangaraja I, Boru Pasaribu pergi ke tempat tersebut agar diberikan anak laki-laki.

Lebih lanjut dalam cerita rakyat dari Humbang Hasundutan itu, Boru Pasaribu akhirnya memiliki seorang anak, Manghuntal namanya. Kemudian setelah tumbuh dewasa menjadi Sisingamangaraja I atau yang lebih sering disebut sebagai si raja batak.

Tombak Sulusulu yang diapit aliran sungai dan persawahan ini memang sangat menarik. Lokasinya terpencil dan jauh dari pemukiman. Pun areanya, ditumbuhi pohon sangka madeha yang akar-akarnya melilit bebatuan Goa Partonunan.

Para pengunjung diwajibkan untuk maranggir atau membasuh wajah dan rambut dengan jeruk purut sebelum memasuki gua. Pun alas kaki, tidak diperbolehkan dipakai ke dalam.

3. Panatapan Bakkara

panatapan bakkara
panatapan bakkara image via taruli asih
Usai puas berwisata ke situs budaya tersebut, salah satu tempat memanjakan mata yang perlu jadi tujuan berikutnya adalah Panatapan Bakkara.

Keelokan hutan pinus khas Sumatera yang hijau serta sensasi panorama Danau Toba dari sudut Humbang Hasundutan (Humbahas) tidak kalah menakjubkan. Di ketinggian bukit Desa Siunong-unong Julu ini, kita bisa sekaligus melihat indahnya persawahan yang luas serta eksotika lembah Bakkara.

Destinasi alam ini direkomendasikan untuk dikunjungi di pagi atau sore hari. Apalagi jika penyuka fotografi. Perbukitan dan persawahan yang bertepi dengan Danau Toba di panatapan sangat keren untuk diabadikan. Entah melalui kamera biasa atau drone.

Objek wisata ini sudah dilengkapi beberapa fasilitas, termasuk spot pandang dan rest area untuk para pengunjung. Karena itu tidak ada alasan lagi sepertinya untuk tidak menginjakkan kaki ke Panatapan Bakkara.

4. Lokasi

Baik panatapan Bakkara maupun Tombak Sulusulu tidak terlalu jauh dari Dolok Sanggul. Hanya terpaut 16 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit. Yakni di Desa Kecamatan Bakti Raja, Humbahas. Agar lebih detail silahkan lihat peta berikut



Kedua tempat wisata di Humbahas tersebut belum terlalu ramai dikunjungi pelancong sehingga kita pasti lebih leluasa menikmati seluruh atraksi di sana. Apalagi, di kawasan itu sendiri masih ada sederet objek memukau yang layak dieksplor.

Berlangganan via Email