Home » , , » 10 Alat Musik Tradisional Dari Sumatera Utara

10 Alat Musik Tradisional Dari Sumatera Utara

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Wednesday, September 3, 2014 | 1:39 PM

Pariwisata SUMUT Net - Setiap daerah dan suku memiliki alat musik tradisional sendiri, kekayaan seni tradisional ini tentu saja menambah khasanah kebudayaan Indonesia yang terkenal sebagai negara kepulauan.

Pengertian Musik
Musik adalah bunyi yang keluar dari alat-alat tertentu dengan menggunakan tehnik musik tersendiri. Musik berfungsi sebagai penghantar pesan baik itu suka maupun duka yang berkaitan dengan ilmu komunikasi, proses penyampaian pesan melalui media (musik) oleh komunikator kepada komunikan. 

Identitas Budaya
Musik tradisional amatlah besar peranannya dalam hal menunjukkan identitas suatu etnik/suku maupun negara. Hanya dengan mendengar, maka kita dapat menebak dari mana asal musik tersebut. Setiap alat musik memiliki ciri khas tertentu baik dari sisi pembuatan, penggunaan, bunyi, dan bentuknya.

Berikut alat musik tradisional dari provinsi Sumatera Utara


Musik Batak Toba
Musik Batak Toba kerap ditampilkan saat masyarakat Batak Toba melaksanakan Pesta. Pesta bagi masyarakat Batak bukanlah sesuatu hal yang biasa, tetapi memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi. Beberapa alat musik tradisional Batak diantaranya:

Sulim
Alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Sulim menjadi salah satu alat musik melodis bagi masyarakat batak. Memiliki partitur dan tangga nada seperti lazimnya alat musik tradisional. Dimainkan dengan cara dihembus melalui lubang yang terdapat disisi sulim. Nada yang keluar dari sulim dapat diatur melalui lubang-lubang yang dibuat untuk mengkontrol udara yang masuk dan keluar.

Sarune Bolon
Sarune Bolon berasal dari Tapanuli, namun kini alat musik ini sudah semakin luas digunakan. Cara memainkannya dengan ditiup, Alat musik Sarune Bolon banyak juga digunakan di gereja-gereja untuk mengiringi kidung jemaat.

Ogung
Ogung adalah seperangkat alat musik yang terdiri dari berbagai macam jenis yakni Panggora, Doal, Ihutan dan Oloan. Alat musik ini kerap menjadi pengiring tarian tradisional Batak Toba yakni: Tortor.


Musik Pakpak
Sama halnya dengan Musik Batak Toba, alat musik tradisional dari Pakpak juga kerap ditampilkan saat perayaan suatu kejadian, pesta adat dan juga penyambutan tamu besar. Alat musik Pakpak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan alat musik pada suku Batak secara umum, hanya saja memiliki penamaan yang berbeda sesuai bahasa dan dialek Pakpak.

Genderrang Pakpak
Genderrang dimainkan dengan cara dipukul, terdiri dari sembilan buah dengan bunyi berbeda. Genderang Pakpak terdiri atas beberapa jenis, salah satu diantaranya adalah Genderrang Sisibah atau dalam bahasa Batak diartikan Gendang Sembilan.


Musik Simalungun
Musik Simalungun ditampilkan saat perayaan besar suatu kejadian baik itu suka maupun duka.Namun tak jarang juga dimainkan untuk penyambutan tamu besar. Musik Simalungun memiliki ciri khas mendayu.
Beberapa alat musik tradisional dari Simalungun:

Gonrang
Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan kayu (stick) Gonrang biasanya menjadi musik tabuh yang dimainkan secara bersamaand dengan alat musik tradisional dari Simalungun lainnya. Berbentuk besar dan terbuat dari kayu pilihan.


Musik Melayu
Musik Melayu di Sumatera Utara juga digunakan saat perayaan suatu kejadian. Secara garis besar, etnis Melayu baik Melayu Deli, Melayu Asahan, Melayu Pesisir, Melayu dan lainnya memiliki alat musik yang sama.
Alat musik tradisional dari Melayu:

Kompang
Alat musik Melayu ini biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu gambus yang mana dulunya dibawakan oleh bangsa Arab. Kompang sangat populer hingga sekarang. Kerap digunakan sebagai alat musik pengiring.

Rebana
Dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan, biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Melayu. Rebana tradisional ini diperkirakan muncul pada tahun 1800-an. Dan hingga kini masih dapat ditemukan. Rebana biasanya dimainkan dengan alat musik melayu modern lainnya seperti kendang, gong, rebab, serunai, biola, akordeon dan keyboard.


Musik Karo
Alat musik tradisional Karo juga tidak memiliki perbedaan yang mencolok dengan alat musik Batak lainnya. Namun musik yang dihasilkan terdengar sangatlah berbeda, Musik Karo kerap dipakai oleh etnis-etnis lainya saat mengadakan pesta pernikahan sebagai pengiring saat menari. 
Beberapa alat musik tradisional Karo:

Kulcapi
Dimainkan dengan cara dipetik, Kulcapi memiliki ciri khas yang sama dengan alat musik akustik lainnya. Kulcapi Karo memiliki 2 senar. Alat musik Karo ini bisa dimainkan sendiri (tunggal) dan juga dapat digunakan bersama dengan Sarune Karo, Gendang dan Sarune.


Musik Nias
Alat musik ini berasal dari Nias kepulauan, Fungsi alat musik bagi suku Nias pada zaman dahulu adalah sebagai media berkomunikasi dengan para leluhur. Namun Alat musik Nias juga ditampilkan saat upacara adat lainnya seperti perkawinan. 
Berikut alat musik tradisional Nias

Aramba
Terbuat dari tembaga, suasa, kuningan dan nikel. Aramba dimainkan dengan cara dipukul. Biasanya ditemukan saat upacara-upacara adat Nias.

Lagia
Terbuat dari batang aren dan kayu magai. Dimainkan dengan cara digesek menggunakan rotan atau bambu. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi sang penyanyi. Senarnya terbuat dari akar pohon Salak. Alat msuik tradisional Nias lainnya adalah: Doli-Doli, Fondrahi, Gondra dan Rici-Rici

Alat musik tradisional diatas tentunya menjadi kebanggaan bagi kita selaku masyarakat dari Sumatera Utara. Adalah kewajiban untuk terus melestarikan dan melindungi sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia. 

Salam Peduli Pariwisata Sumut
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net