Top Ad unit 728 × 90

30 Tarian Tradisional dari Sumatera Utara

Tarian Tradisional dari Sumatera Utara - Sumut sebagai sebuah provinsi yang penduduknya berasal dari berbagai suku etnis, memiliki khasanah kebudayaan yang juga beragam. Seperti diketahui, kesenian adalah bagian tak terpisahkan dari budaya termasuk tari adat/tradisional.

Tari tradisional atau adat dari Sumatera Utara yang kerap ditampilkan di berbagai acara berasal dari Batak, Melayu, Angkola, Nias, Simalungun, Pakpak dan Karo. Namun ada juga yang hanya dipertontonkan di waktu tertentu.


Tidak jauh berbeda dengan seni tari lainnya di Tanah Air, gerakan tubuh para penari selalu diiringi juga dengan lagu atau tarian. Namun, ada baiknya jika kita memahami arti dan makna dari tari tradisional/adat agar tidak melenceng atau menyalahi pakem adat-istiadat itu sendiri yang telah diwariskan dari masa ke masa.

Pengertian Tari Tradisional
Tari tradisional merupakan gerakan teratur/tidak teratur dengan melibatkan sebagian atau seluruh tubuh yang mengandung makna dan merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang suatu suku/etnis.

Fungi Tari
Dilihat dari fungsinya, tari memiliki makna dan tujuan berbeda seperti pemujaan, penyambutan tamu kebesaran, suka maupun duka. Fungsi tari juga dipandang sebagai komunikasi non verbal dengan melibatkan kemampuan penari untuk menyampaikan pesan melalui gerakan yang sarat akan nilai-nilai estetika dan juga identitas

Merujuk pengertian diatas, maka ada banyak jenis tari-tarian tradisional dari Sumatera Utara yang kerap juga disebut Sumut. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan, tarian tradisional juga banyak mengalami perubahan baik melalui gerak, pakaian maupun musik pengiring yang digunakan.


Tarian Tradisional Batak Toba
Dalam bahasa Batak, tari disebut tortor. Suku Batak Toba berasal dari Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Tobasa yang pada umumnya berdiam di sekitar kawasan Danau Toba. Suku Batak memiliki tarian yang cukup banyak dengan beragam fungsi, diantaranya:
- Tortor Sawan Panguras
- Tortor Somba
- Tortor Tunggal Panaluan
- Tortor Sipitu Sawan


Tarian Tradisional Karo
Etnis Karo mendiami dataran di Sumatera Utara yang masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Karo. Tari tradisional Karo juga amat beragam dan memiliki fungsi berbeda. Tari dalam bahasa Karo disebut landek.
- Kuda Kuda
- Gundala Gundala
- Mulih Mulih
- Baka
- Begu Delleng
- Muncang
- Piso Surit
- Guro Guro Aron


Tarian Tradisional Mandailing
Etnis Mandailing mendiami wilayah administratif Kabupaten Mandailing Natal dan juga Kabupaten Tapanuli Selatan. Berbagai jenis kebudayaan lokal di kabupaten ini telah mengalami perubahan dan disesuaikan dengan norma-norma agama. Berikut jenis tarian tradisional Mandailing:
- Endeng Endeng
- Tortor Naposo Bulung
- Terang Bulan


Tari dari Simalungun
Etnis Simalungun mendiami wilayah Kota Pematang Siantar dan juga Kabupaten Simalungun. Tari dalam Bahasa Simalungun adalah tortor. Seni tari tradisional dari Kabupaten Simalungun identik dengan makna-makna kehidupan masyarakat Simalungun. Berikut jenis tarian dari kabupaten ini:
- Toping Toping
- Manduda
- Tortor Somba
- Haroan Bolon
- Manduda


Tarian Tradisional Pakpak
Etnis Pakpak mendiami wilayah Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat. Pakpak memiliki khasanah tarian tradisional yang identik dengan pola kehidupan sehari-hari suku Pakpak. Tari tradisional Pakpak kerap ditampilkan dalam acara adat maupun acara biasa. Tari dalam Bahasa Pakpak disebut Tatak.
- Tatak Menapu Kopi
- Tatak Garo Garo
- Dembas Simanguda
- Tatak Muat Page
- Tatak Renggisa, baca selengkapnya: 11 Tari Tradisional Adat Pakpak


Tarian Tradisional Nias
Nias merupakan suku yang mendiami kepulauan Nias, kini telah dibagi kedalam beberapa kabupaten seperti Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias. Kesenian tradisional Nias telah menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Beberapa jenis tarian dari Nias seperti:
- Balanse Madam
- Perang
- Maena
- Moyo


Tarian Tradisional Melayu
Suku Melayu mendiami sebagian besar daerah pesisir Sumatera Utara seperti di Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Batubara. Suku Melayu juga memiliki berbagai macam jenis kesenian yang memperkaya kebudayaan Sumatera Utara. Beberapa jenis tarian dari Suku Melayu seperti:
- Serampang Dua Belas
- Makyong
- Kuda Kepang
- Inang

Merupakan suatu kewajiban bagi setiap masyarakat terutama yang berasal dari setiap suku etnis tersebut untuk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan. Salam Peduli Pariwisata Sumut. (AN/PSN)
30 Tarian Tradisional dari Sumatera Utara Reviewed by pariwisata Sumut Net on November 24, 2016 Rating: 5

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

All Right Reserved By Pariwisata Sumut Net. Powered by Blogger.