Top Ad unit 728 × 90

Wisata Huta Siallagan dan Jejak 'Batak Makan Orang' di Ambarita

-- --
Memiliki luas hampir sama dengan negara Singapura, Pulau Samosir yang menyandang status sebagai salah satu pulau terbesar di Danau Toba ini adalah surganya wisata budaya Batak. Tradisi adat, peninggalan sejarah hingga kesenian tradisional dapat sobat traveler saksikan di sini.

Di Samosir, ada 2 huta (desa) yang menjadikan produk budaya sebagai atraksi wisata yakni Huta Bolon Simanindo dan Huta Siallagan Ambarita. Kedua destinasi yang terpaut jarak sekitar 9,3 kilo meter (km) ini sangat lekat dengan kultur Batak di masa lampau.

pengunjung di huta siallagan - foto: instagram/tanomagatupang
Huta Siallagan di Ambarita seperti kawasan yang memang disengaja terpisah dari pemukiman penduduk dan khusus dibangun untuk raja-raja Batak tempo dulu, terbukti dari tingginya bangunan tembok batu di sekeliling area. Hal ini semakin diperkuat dengan batasan akses yang hanya ada 2 yakni: (1) gerbang masuk bertuliskan aksara Batak dan latin serta (2) gerbang keluar di bagian belakang.

Di tempat wisata budaya Kabupaten Samosir ini, kamu dapat melihat sederet peninggalan dari Raja Siallagan meliputi Batu Kursi Raja (stone chair of king), rumah adat Batak, pohon Jabijabi (beringin) berusia ratusan tahun hingga menyaksikan atraksi paling fenomenal: penggal kepala.

batu parsidangan huta siallagan - foto: instagram/pipit_sparrow
Rute Menuju Desa Siallagan
Untuk mencapai Siallagan, dapat melalui kota Parapat tepatnya pelabuhan Ajibata. Selanjutnya silahkan menggunakan kapal penyeberangan atau kapal biasa menuju Tomok. Namun, bila ingin langsung ke Huta Siallagan kamu dapat menggunakan kapal rute Parapat - Tomok - Tuktuk.

Kenapa harus ke Tuktuk? karena dari sinilah perjalanan terdekat menuju Ambarita dimana Huta Siallagan berada. Biaya masuk untuk setiap orang sangat murah, hanya Rp2.000/pengunjung.

Atraksi Budaya
Pernahkah anda mendengar istilah orang Batak makan manusia? mengulik tentang sejarah desa Siallagan. Dahulu kala merupakan sebuah desa dengan istilah huta yang dipimpin oleh seorang raja. Hukum tak tertulis seperti hukum adat adalah peraturan yang tak sedikit pun boleh dilanggar, apabila tidak dipatuhi maka berbagai sangsi akan dibebankan mulai dari hukum pengasingan hingga hukuman mati.

prosesi hukum adat batak di huta siallagan - foto: instagram/omheyu1978
Di zaman sekarang, mungkin kita akan bergidik bila mendengar hukum pancung. Di masa kerajaan Siallagan, hukuman ini diberlakukan bagi mereka yang melanggar norma adat melalui proses cukup panjang, termasuk persidangan.
Baca: 23 Tempat Wisata di Kabupaten Toba Samosir
Berdasarkan penuturan guide di lokasi, orang yang dihukum kepalanya akan dipenggal, darahnya diminum dan hatinya ikut dimakan.

rumah adat batak tua di siallagan - foto: instagram/tanzilalkhairiii
Memasuki desa ini, kamu akan seperti terbawa ke masa-masa ratusan tahun silam. Dari rumah adat Batak berjejer, sebuah pohon beringin dengan beberapa kursi dan meja dari batu berada di bawah pohon besar tersebut. Benda-benda itu merupakan peninggalan kerajaan.

gerbang huta siallagan - foto: instagram/euis1188
Aktivitas Seru di Siallagan.
Anda dapat menyaksikan ritual penggal kepala yang biasanya ditampilkan oleh masyarakat setempat. Jangan khawatir, ini hanya sekedar pertunjukan dan bukan sungguhan.
Baca: 3 Tempat Belanja Oleh-oleh di Samosir, Dekat Objek Wisata Lho!
Selain itu berfoto dengan latar bangunan rumah adat tradisional Batak berusia tua tentu sudah menjadi kegiatan yang tak boleh di lewatkan. Bagi anda penyuka wisata belanja jangan lewatkan membeli cinderamata khas dari pulau Samosir, tepat di pintu keluar dari kawasan desa Siallagan terdapat berbagai macam souvenir art yang menarik seperti gorga, pustaha batak, ulos dan baju bertulisan mengenai pariwisata danau Toba.
Wisata Huta Siallagan dan Jejak 'Batak Makan Orang' di Ambarita Reviewed by Pariwisata Sumut on 8/16/2018 Rating: 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

All Right Reserved By Pariwisata Sumut Net. Diberdayakan oleh Blogger.