Widget HTML Atas

Ke Aek Milas Sosopan, Tenun Silangge dan Kopi di Sipirok Bikin Terpana

sipirok - image via antaranews.com
Sebut saja Sipirok, maka teman bicara akan langsung terbersit bayangan kota kecil yang dingin. Namun, dipenuhi aura ketenangan. Alamnya yang permai bahkan telah memesona tatkala melintasi patahan lempeng sesar Sumatera yakni Batu Jomba.

Setelah terbebas dari jalinsum Batu Jomba - Aek Latong yang lumayan berat itu, sejatinya perjalanan belum selesai. Tapi tak perlu risau, pasalnya hanya perlu berkendara sekitar 12 menit (6,9 kilometer) untuk tiba di ibukota Tapsel tersebut. Selanjutnya, kita akan mengeksplor sederet tujuan populer, meliputi Aek Milas Sosopan, Kopi khas dan Tenun Silangge yang jadi icon Sipirok.

Sipirok

Beragam julukan yang merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sipirok sendiri akan membuat setiap orang terpana. Meski tak seragam, nyatanya toleransi di kota yang telah berkembang sejarahnya sejak tahun 1800-an ini sangat kental. Kalau etnis Angkola dan Mandailing bilang, atmosfernya benar-benar 'nauli' yang berarti indah.

aek milas sosopan - image via ayyash ali dzikry

Aek Milas Sosopan

Paska disambut dinginnya Sipirok yang memiliki luas 536 km per segi ini, menghangatkan badan dengan cara berendam di air panas memang paling manjur. Tinggal pilih lokasi, apakah di Aek Milas Sosopan, Parau Sorat atau pemandian air panas Padang Bujur.

Aek Milas Sosopan adalah tujuan wisata pemandian air panas di Desa Parsorminan. Begitu juga dengan Padang Bujur di Desa Paran Dolok Mardomu. Karena strategis dan berada di tepi jalan raya, keempat tempat tersebut sangat difavoritkan pelancong, baik di hari biasa maupun libur nasional.

Sumber air belerang itu diketahui berasal dari Gunung Sibual-buali. Keberadaan air panas yang keluar dari perut bumi ini sekaligus membuktikan bahwa lempeng patahan Sumatera di Sipirok lumayan aktif. Itulah mengapa jalan di jalur tersebut, cepat rusak karena fenomena alam.

aek milas sipirok - image via seven bron & ud ah motor
Sembari berendam dan merenggangkan otot di dalam kolam pemandian, menikmati eloknya perbukitan yang membentengi Sipirok berikut lembahnya pun cukup menyenangkan. Apalagi tanah sekeliling area spot ini digunakan sebagai persawahan sehingga menciptakan atmosfer asri seperti di pedesaan.

Minimnya fasilitas di Aek Milas Sosopan, Pemandian Air Panas Padang Bujur dan Parau Sorat membuat pengunjung tak bisa berharap banyak. Padahal, kedua objek itu lumayan potensial untuk dikembangkan sebagai sarana rekreasi publik.

Kopi Sipirok

Dimulai pada masa Kerajaan Siregar Angkola Dolok seperti diwartakan Medan Bisnis Daily dalam ulasan Afdeeling Mandheling en Ankola (1864) disebutkan bahwa salah satu poros sejarah perkebunan kopi di Sumatera Utara adalah Sipirok.

kopi sipirok
kopi sipirok - image via @pdmcoffee
Hal itu menandai betapa subur dan cocok Tanah Mandailing dan Angkola ditanami tumbuhan dataran tinggi tersebut. Seperti diketahui, kawasan Tabagsel dikenal dengan varietas kopi arabika Sipirok yang dahulu, pada masa kolonial Belanda pernah diberi gelar the best coffee in the world.

Kopi Arabika Sipirok sendiri merupakan perpaduan dari gayo satu, sigarar utang dan kopi ateng super. Komoditas kopi terbaik diperoleh dari beberapa kecamatan di Tapanuli Selatan seperti Marancar, Saipar Dolok Hole, Arse, Angkola dan lainnya yang berada pada ketinggian +850 mdpl.

Baca Juga: Penginapan di Padangsidempuan

Kopi Arabika ini telah dipatenkan dan terdaftar resmi. Cita rasanya yang beraroma sedap serta rasa pahit dan asam yang pas setelah diteguk membuat produk pertanian dari Sipirok ini naik daun serta banyak dicari oleh penikmat kopi.

Apapun alasannya, kopi ini wajib dicoba ketika sahabat pariwisatasumut.net sedang melancong, atau melintasi ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan.

tenun silangge sipirok - image via mugimugiono

Tenun Kain Silangge Sipirok

Industri kreatif Sipirok juga semakin dilirik oleh pecinta fashion, tenun Silangge adalah produk kerajinan tradisional dari para pengrajin tenun ulos Angkola. Karya pengrajin dari desa ini mulai banyak dicari. Motif ulos Angkola seperti sadum dan abit godang tampak elok dan dibuat secara konvensional.

Di sini, kita bisa menyaksikan bagaimana penun merangkai benang sutra dan mengubahnya menjadi selembar kain tenun. Beberapa produk telah distok dan berjajar rapi di rumah warga. Jika mau membeli untuk oleh-oleh, coba pilih Ulos Sadum Angkola.

Desa Silangge punya beberapa objek wisata menarik di sekitarnya yang menyajikan panorama alam Sipirok yang bikin terpana. Terdapat beberapa bukit atau tor yang cocok untuk dijelajahi jika sahabat PSN memiliki waktu berlebih tatkala mengunjungi kota kecil ini, salah satunya Tor Nangge.