Home » , , » Desa Siallagan - Samosir

Desa Siallagan - Samosir

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Saturday, August 16, 2014 | 3:55 PM

Pariwisata Samosir/TMC/Antz - Siallagan, nama sebuah desa di kabupaten Samosir. Tepi danau Toba dengan latar dan sudut berbeda, mengenal budaya Batak dari zaman dahulu kala, di tanah leluhur, keajaiban Danau Toba yang tak ada habisnya.

Samosir, pulau terbesar di kawasan danau Toba, pulau yang hampir memiliki luas yang sama dengan negara seberang Singapura. Samosir merupakan pusat pariwisata danau Toba hingga saat ini, tidak hanya karena pamornya yang sudah begitu sangat melegenda akan tetapi berjuta atraksi budaya, kearifan lokal, bahasa, adat istiadat dari dahulu hingga sekarang masih dapat kita saksikan dengan mata kepala. Salah satunya adalah desa Siallagan.


Rute Menuju Desa Siallagan
Untuk mencapai Siallagan, dapat melalui kota Parapat tepatnya pelabuhan Ajibata. Selanjutnya silahkan menggunakan kapal penyebrangan atau kapal biasa menuju Tomok. Namun bila ingin langsung ke desa Siallagan anda dapat menggunakan kapal rute Parapat - Tomok - Tuktuk. Kenapa harus ke Tuktuk? karena dari sinilah perjalanan menuju desa Siallagan terdekat.


Hotel Di Samosir
Bila anda memang menginginkan waktu yang cukup lama tinggal sejenak di Tuktuk, ada terdapat berbagai macam penginapan untuk beristirahat mulai dari harga yang paling murah hingga yang paling mahal. Untuk selengkapnya silahkan baca 20 Hotel Di Kabupaten Samosir

Tentang Sejarah Desa Siallagan
Pernahkah anda mendengar istilah orang Batak makan manusia? mengulik tentang sejarah desa Siallagan. Dahulu kala merupakan sebuah desa dengan istilah huta yang dipimpin oleh seorang raja. Hukum tak tertulis seperti hukum adat adalah peraturan yang tak sedikitpun boleh dilanggar, Apabila tidak dipatuhi maka berbagai sangsi akan dibebankan mulai dari hukum pengasingan dan hukum yang menyebabkan seseorang dihadapkan pada pilihan sulit. Di jaman sekarang, mungkin kita akan bergidik bila mendengar hukum pancung. Saat masa kerajaan di tanah Batak desa Siallagan, hukuman ini diberlakukan bagi mereka yang melanggar hukum adat. Hukuman ini dilakukan dengan melalui prosesi atau ritual adat yang disetiap sub prosesinya memiliki makna. Hukuman penggal kepala adalah hukuman paling menakutkan, apabila seseorang melanggar ketetapan dari kerajaan maka orang yang melanggar akan dihukum, kepalanya dipenggal, darahnya diminum dan hatinya dimakan. 


What To See In Desa Siallagan
Apabila anda ke desa Siallagan, maka akan melewati sebuah gerbang bertuliskan Desa Siallagan dengan ukiran khas Batak "Gorga". Memasuki desa ini akan akan seperti terlempar ke ratus tahun silam, rumah adat Batak berjejer, sebuah pohon beringin dengan beberapa kursi dan meja dari batu berada di bawah pohon besar tersebut. Benda-benda itu merupakan peninggalan kerajaan Siallagan tempo dulu dan hingga kini masih dapat anda saksikan.

What To Do In Desa Siallagan
Anda dapat menyaksikan ritual penggal kepala yang biasanya ditampilkan oleh masyarakat setempat, eit..!! ini hanya sekedar penampilan dan bukan sungguhan, selain itu berfoto dengan latar bangunan rumah adat tradisional Batak berusia tua tentu sudah menjadi kegiatan yang tak boleh di lewatkan. Bagi anda penyuka wisata belanja jangan lewatkan membeli cinderamata khas dari pulau Samosir, tepat di pintu keluar dari kawasan desa Siallagan terdapat berbagai macam souvenir art yang menarik seperti gorga, pustaha batak, ulos dan baju bertulisan mengenai pariwisata danau Toba. (Antonius Naibaho)
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net