Home » , » 10 Makanan Tradisional Suku Batak

10 Makanan Tradisional Suku Batak

Posted By Admin: pariwisata SUMUT on Monday, December 15, 2014 | 11:35 AM

PariwisataSUMUT.net - Kuliner Sumatera Utara tak dapat dipisahkan dari keberadaan Suku Batak yang dapat kita temui hampir di provinsi yang terletak di Pulau Sumatera ini. Masakan khas Batak sudah melegenda dan diminati oleh wisatawan terutama para food traveler. Kuliner Batak identik dengan bumbu pedas ditambah bumbu khas Batak bernama Andaliman. Tempat-tempat wisata kuliner Batak di Medan tergolong banyak baik berlabel halal maupun non halal. Untuk menambah refrensi anda, berikut kami sajikan artikel terkait masakan dan makanan tradisional dari Suku Batak.

Saksang
Non-Halal, terbuat dari daging Bagi yang dicincang halus kemudian ditambahkan darah. Saksang biasanya dihidangkan terutama saat orang Batak mengadakan pesta baik suka maupun duka. Namun seiring waktu, makanan tesebut dapat anda nikmati di berbagai rumah makan dan restaurant. Bila di Medan, silahkan berkunjung ke seputaran Jalan Djamin Ginting Padang Bulan.

Arsik
Arsik adalah daging atau ikan yang diberi bumbu kunyit, asam, cabe dan andaliman ditambah bumbu-bumbu umum lainnya. Dalam kehidupan adat Batak, arsik memiliki filosofi-filosofi tertentu sesuai dengan jenis pesta adat yang tengah diadakan. Saat ini Arsik semakin digandrungi oleh para penikmat kuliner karena kelezatannya.

Hihindat Ni Andalu
Saat kecil, makanan ini pernah dibuat oleh keluarga penulis. Terbuat dari tepung beras dicampur dengan buah pisang dan diberi sedikit gula. Keunikan makanan ini adalah proses pembuatannya yang gampang-gampang susah sesuai dengan namanya Hihindat Ni Andalu yang berarti Diangkat Oleh Kayu Penumbuk Lesung.

Lappet
Jargon “Lappet” kerap terdengar apabila seseorang ingin mengucapkan kekesalan. Penulis hingga saat ini masih bertanya-tanya kenapa makanan enak ini menjadi guyonan. Tetapi apapun alasannya, Lappet adalah makanan ringan alias penganan kue lezat yang pembuatannya tidak terlalu ribet. Lappet kerap disajikan di kegiatan-kegiatan terkait adat, pesta maupun perayaan.

Pohul-Pohul
Dalam Bahasa Indonesia, “Pohul-Pohul” berarti “Kepalan Tangan”. Sama halnya dengan Lappet, Pohul-Pohul juga berbahan dasar yang sama, perbedaanya adalah pohul-pohul dibuat dengan cara membentuk adonan kue seukuran kepalan tangan sedangkan lappet disesuaikan dengan bentuk daun pisang berbentuk kerucut.

Lomok-Lomok
Non Halal, terbuat dari daging Babi yang masih muda sekitar 4 bulan atau 6 bulan jadi dagingnya benar-benar masih renyah. Lomok-Lomok dan Saksang tidak berbeda cara pembuatannya, sama-sama diberi darah. Lomok-Lomok biasanya disajikan pada waktu pesta kecil dan besar disajikan untuk tamu kehormatan.

Manuk Napindar
Non Halal, terbuat dari daging ayam yang proses pembuatannya di campur dengan darah ayam tersebut. Ayam terlebih dahulu dipanggang sedangkan darahnya di masak bisa menggunakan api maupun perasan air asam diberi bumbu cabai hijau/merah, garam dan bawang. Manuk Napindar rasanya cukup lezat dan kerap dihidangkan meski dihari-hari biasa,

Naniura
Halal, terbuat dari daging ikan emas atau mujahir yang kemudian diberi bumbu serta perasaan air asam. Tidak melalui proses memasak, jadi ikan tersebut biasanya masak dengan bantuan air asam minimal 4-5 jam. Naniura juga menjadi makanan tradisional Batak yang paling banyak diburu oleh wisatawan terutama yang berasal dari luar negeri karena keunikan dan rasanya yang lezat.

Mie Gomak
Terbuat dari mie lidi atau mie kuning yang diberi bumbu-bumbu biasa ditambah andaliman. Mie Gomak menjadi menu sarapan pagi yang paling banyak dicari terutama Suku Batak. Mie Gomak ada yang berkuah dan juga tidak berkuah. Bila di Samosir, Mie Gomak diberi kuah santan sehingga kerap juga diberi label Sphageti Ala Batak.
Kopi Silintong
Kopi Silintong berasal dari Humbang Hasundutan, sudah cukup terkenal hingga keluar negeri bahkan diberi predikat sebagai kopi white terbaik oleh para penikmat kopi. Kopi Silintong memiliki aroma kuat, kental dan mengandung kafein rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh siapa saja. Kopi Silintong kini diproduksi secara besar-besaran di Humbang Hasundutan dan di beberapa Kabupaten lain di Sumut.

Makanan khas Batak diatas tentu memperkaya khasanah kuliner Medan dan Sumatera Utara. Anda dapat memilih jenis makanan yang sesuai atau bisa juga membuatnya sendiri. Masih ada berbagai jenis kuliner Batak lainnya seperti Ombus-Ombus, Sasagun, Kaccang Sihobuk, dll. Ayo… explore dan temukan kuliner Sumatera Utara yang akan menggoyang lidah anda. Salam peduli pariwisata Sumut.
Share this article :
Facebook
0 Komentar
pariwisatasumut.net team

Post a Comment

kami independen, jadi... sila berkomentar dengan sopan dan juga kritik konstruktif. Salam Peduli Pariwisata Sumut.

 
Copyright © 2014 - 2016. Pariwisata Sumut - All Rights Reserved
Team Pariwisata SUMUT Net