Widget HTML Atas

7 Potret Huta Ginjang, Panatapan Danau Toba dari Dataran Tinggi

Jejak-jejak peristiwa alam 500 ribu tahun silam yang membentuk danau terbesar di Sumatera Utara, menyisakan keindahan kaldera di daerah dataran tinggi. Salah satunya adalah Panatapan Huta Ginjang yang merupakan salah satu geosite danau Toba yang menyuguhkan panorama tebing terjal di sepanjang timur Tapanuli Utara.
huta ginjang
panatapan huta ginjang image via parsamosir_ & uzinainggolan
Huta Ginjang adalah lapisan puncak di atas cekungan Danau Toba, menampilkan variasi pemandangan elok dengan dinamika alam yang menentramkan. Sudut permukaan tanah desa Huta Ginjang yang terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, memamerkan kecantikan taman bumi yang tak terbantahkan.

Dengan kualitas lingkungan yang menyegarkan bagi para penikmatnya, serta atraksi wisata berupa gantole dan menara titik pandang ke berbagai penjuru, menjadikan Huta Ginjang yang terbentuk di ketinggian 1.554 mdpl ini sebagai lokawisata terdekat dari Bandara Internasional Silangit dan Tarutung. Sehingga wajib dikunjungi ketika berlibur di Kecamatan Muara.

panatapan huta ginjang via noviaudrey

Huta Ginjang

Butuh jarak tempuh 256 kilometer dengan waktu 6 jam dari Kota Medan agar sampai di penatapan Danau Toba ini. Cukup lama memang, tapi perjalanan jauh itu akan terlunaskan usai menyaksikan keindahan yang terpatri. Apalagi pemandangan seperti ini sulit ditemukan di wisata Medan.

Apabila waktu berlibur sahabat PSN biasanya dihabiskan di Balige atau Samosir. Huta Ginjang adalah destinasi yang seyogianya perlu dimasukkan ke agenda trip selanjutnya. Lantaran selama di sana, kita dapat menyibak fenomena alam sekaligus mengintip dataran tinggi penuh pesona.

Beriklim sejuk dan berkisar 14 sampai 17 derajat celcius dengan curah hujan  1234 m per tahun, membuat kawasan geografis ini dipadati tumbuhan dataran tinggi seperti pohon pinus, lumut dan paku-pakuan. Beberapa lahan taman bumi tersebut telah dizonaisasi sekaligus dilindungi.

image via situmorang_1995

Penatapan Danau Toba yang Sempurna

Percaya atau tidak, Huta Ginjang termasuk jajaran spot paling komplit di Danau Toba dan Tarutung jika dinilai dari segi pemandangan alam dan amenitas. Memang, selain karena indahnya bukan main. Tempat ini juga dilengkapi sederet fasilitas yang dibutuhkan wisatawan.

Kita bisa menjumpai kursi-kursi yang dapat digunakan untuk duduk saat tiba di persinggahan itu. Jumlahnya cukup banyak dan posisinya dibuat menghadap danau. Dari dataran tinggi Taput ini pula, kita dapat melihat jalan berliku, ribuan pohon pinus, pemukiman warga yang terasa nikmat dipandangi.

Dalam situasi normal, penatapan yang berada di kawasan geopark Toba ini akan menyuguhkan keindahan seperti lukisan hidup. Terkadang, kabut turun menyelimuti dan menciptakan suasana mendung bersuhu dingin.

Bagi pemuja ketinggian yang selalu rindu suasana awan bona pasogit yang langka, tempat ini adalah alternatif selain Gunung Sipiso Piso. Awan akan selalu menghias langit, terkadang seperti berarak-arakan menembus perbukitan.

huta ginjang geosite via pestavalentina

Pasir Kaca dan Wisata Olahraga

Dari sekian banyak bukit pengawal Danau Toba, Wisata Panatapan Huta Ginjang adalah salah satu titik yang menyimpan bukti kegarangan Gunung Toba. Ketika berjalan di area panatapan itu, pasir sebening kaca terhampar begitu banyak. Temuan itu diklaim sebagai hasil letusan dalam bumi yang terlempar ke permukaan dan menyelimuti perbukitan sekitar 74 ribu tahun silam.

Intensitas angin yang tinggi sepanjang tahun membuat destinasi ini giat dikembangkan untuk wisata olahraga khusus gantole. Atraksi sport di gardu pandang tersebut memang belum dibuka secara luas. Tapi para pemain paralayang pro sudah memiliki jadwal tetap sehingga kita dapat melihat mereka menaklukkan langit dan terbang di udara.

Landasan terjun payung di lereng bukit Tapanuli Utara tersebut nantinya akan lepas landas  ke permukaan danau. Selama memainkan parasut, tentu sangat nikmat melihat mereka bercengkrama dengan awan hingga meluncur ke titik selanjutnya.

image via emmy,ang

Taman Bumi di Puncak Hutan Pinus

Berwisata ke hutan pinus adalah kegiatan berlibur yang banyak dicari oleh pelancong. Selain Sipinsur yang begitu anyar, eksotisnya pohon pinus di beberapa spot taman bumi Toba bisa dijadikan referensi lain. Huta Ginjang misalnya. Tidak kalah romantis dan indah, sekeliling perbukitan tampak pepohonan tinggi menjulang.

Nah, hutan pinus yang berada di Tapanuli Utara memang bikin terpana. Tentunya akan sangat epik untuk dijadikan objek berfoto. Atau, menggelar tikar di bawah pepohonan merkusi sambil merasakan angin sepoi bakal menyenangkan momen piknik.

Taman bumi ini belum terlalu ramai, kecuali saat Natal dan tahun baru, bisa dipastikan wisatawan akan membludak. Kendati demikian, tak perlu mengurungkan niat berkunjung. Banyak tempat persinggahan yang tersedia.

Tiket Masuk dan Rute



Tidak perlu budget besar untuk berlibur di Huta Ginjang. Setiap pengunjung hanya dikenai tiket masuk dan biaya parkir kendaraan kurang dari Rp10 ribu. Selebihnya adalah biaya untuk kebutuhan pribadi.

Waktu tempuh akan lebih singkat jika menggunakan pesawat via Bandara Silangit. Dari rute ini, hanya 45 menit saja sudah bisa dapat menyinggahi puncak perbukitan di Muara. Apalagi sudah ada bus khusus dari aiport tersebut yang melayani jasa transportasi ke berbagai objek wisata di Tapanuli Utara.