Widget HTML Atas

Keindahan Danau Marsabut - Wisata Desa Bunga Bondar yang Terlupakan

Keindahan Indonesia sebagai negara tropis membuat setiap provinsi memiliki potensi alam tersembunyi di berbagai daerah. Salah satu destinasi yang masih tersembunyi kendati sudah sah menjadi obyek wisata adalah Danau Marsabut.

Danau Marsabut adalah telaga air tawar yang terletak di ketinggian 975 meter di atas permukaan laut. Danau yang berwarna kehijauan yang berlokasi di puncak perbukitan ini memiliki luas kira-kira 3.500 meter dengan kedalaman sekitar 30-40 meter.

Lantaran berlokasi di daerah pedesaan yaitu Desa Bunga Bondar, maka suhu udara di destinasi alam Danau Marsabut ini sangat dingin. Di mana suhu terendah bisa mencapai 15 hingga 25 derajat celcius. Tak heran karena danau ini dekat dari Sipirok yang sedari dulu terkenal dengan udaranya yang menyejukkan.

Bagi sahabat PSN yang tertarik dan ingin sekali mengunjungi Danau Marsabut yang menawarkan keindahan alam khas puncak pegunungan. Simak saja ulasan singkat pariwisatasumut.net mengenai Danau Marsabut di bawah ini.

Lokasi Danau Marsabut

danau marsabut
image via @sahutaadventure
Danau Marsabut terletak di lereng perbukitan Dusun Janji Lobi, Desa Bunga Bondar, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dengan jarak dari pusat kota sekitar 48.8 km yang bisa diakses selama 3 jam melalui jalan Simangambat.

Danau Marsabut menjadi obyek wisata yang infrastrukturnya sangat tidak memadai. Untuk sampai ke sana, satu-satunya cara adalah menggunakan transportasi pribadi. Kemungkinan besar, hal itu jugalah yang menyebabkan obyek wisata yang ditandatangani oleh mantan presiden Soeharto ini termasuk sepi dari keberadaan pengunjung.

Karenanya, kami sangat merekomendasikan kamu untuk membawa kendaraan pribadi saja. Apalagi jika mengingat rute yang akan dilalui rata-rata bertipe tanjakan. Sedikit sulit memang, tapi petualang sejati tidak akan mengeluhkan hal itu, bukan?

Namun, perjalanan tidak akan terasa membosankan. Sebagaimana wisata Tapsel pada umumnya. Daerah ini benar-benar terjaga keasriannya. Pemandangan menakjubkan akan bisa kita jumpai. Termasuk keunikan Pesantren Terpadu Al-Aqsa menjadi daya tarik tersendiri.

Sejarahnya, tempat wisata ini sama sekali tidak ada angkernya kok. Tetapi untuk berjaga-jaga, sangat dianjurkan untuk meminta bantuan dari warga desa Bunga Bondar agar mereka bersedia menemani perjalanan petualanganmu ke danau tersebut.

Suasana Danau Marsabut

danau marsabut sipirok
image via nas gultom
Begitu sampai di danau yang dahulu diresmikan oleh mantan Gubsu Raja Inal siregar ini, air danau yang jernih serta pemandangan pepohonan nan hijau terasa menghadirkan nuansa syahdu. Jika tidak ada pengunjung, suasana hening terasa menyelimuti kawasan Danau Marsabut.

Bagi yang doyan dengan tempat wisata sepi, tentu saja Danau Marsabut adalah pilihan liburan terbaik. Apalagi setiap wisatawan dibebaskan dari biaya atau tiket masuk. Semakin komplit saja untuk menghindar dari ruwehnya kehidupan kota.

Sesuai namanya yaitu Marsabut, di sini pemandangan yang disajikan adalah danau yang diselimuti oleh kabut. Keindahan panorama itu tidak hanya bisa dilihat saat pagi hari. Tatkala hujan sedang turun, kabut putih akan berpendar di atas permukaan danau. 

Kegiatan di Danau Marsabut

keindahan danau marsabut
keindahan danau marsabut
Ketimbang pergi ke luar negeri, tentu lebih asyik mengeksplor negara sendiri. Selain bisa menambah pemasukan daerah, kita juga bisa berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Paling tidak, obyek wisata tak lagi terbengkalai seperti yang dialami oleh Danau Marsabut ini.

Padahal, beragam kegiatan wisata dapat dikembangkan di sana. Namun sayang, fasilitas yang dahulu dibangun pun sudah tak berwujud lagi. Hanya ada gazebo dan prasasti yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Itupun kondisinya tidak begitu terawat.

Danau yang sering disinggahi kabut ini sebenarnya menawarkan potret alami. Air tawarnya langsung berbatasan dengan hutan baik di sisi kiri maupun kanan. Entah karena ditinggal cukup lama, perdu dan tanaman liar pun tumbuh begitu subur.

Tujuan para pengunjung pun hanya sebatas memancing ikan. Oh iya, danau ini memang sempat ditanami bibit ikan lele saat pertama kali dibuka sebagai komplek wisata. Karena sudah hidup bertahun-tahun lamanya. Ikan-ikan itu berkembang cukup pesat sehingga menjadi tempat memancing ikan terkenal di Sipirok.

Wisatawan yang datang dari jauh biasanya membawa bekal makanan sendiri. Danau di Bunga Bondar tersebut memang cukup jauh dari pemukiman penduduk desa. Pun sekitarnya tak ada warung yang menjual makanan. Wisatawan biasanya memanggang ikan hasil pancingan, rasanya pasti lahap saat memakan ikan di tengah dinginnya udara.

Sejarah dan Legenda Danau Marsabut

danau marsabut
image via @buriando
Dalam bahasa Mandailing, markabut berarti kabut alami yang sering dijumpai suatu daerah. Awalnya danau tanpa nama ini lebih sering disebut bondar atau telaga. Hingga pada tahun 1933, kawasan ini untuk pertama kalinya dibuka untuk publik.

Di balik itu, terdapat legenda Danau Marsabut cukup menarik untuk disimak. Cerita ini dikisahkan oleh warga desa Bunga Bondar yang menyebut jika dahulu terdapat seorang wanita. Di sana, ia tinggal dalam kesendirian.

Saat sedang bersama dengan kucing peliharaannya, tiba-tiba saja ia mendengar alunan merdu musik tortor yang membuatnya tergerak untuk menari. Namun, hal itu tidak diinginkan oleh dewa hingga akhirnya dewa murka dan membuat desa itu tenggelam hingga berubah menjadi Danau Marsabut.

Perjalanan yang melelahkan akan terbayar dengan pesona keindahan khas pedesaan. Bahkan ketika sedang menuju ke danau tersebut, panorama persawahan dengan punggung perbukitan menawarkan keelokan yang rasanya sulit untuk dilupakan.

Berlangganan via Email