Top Ad unit 728 × 90

Legenda Tersembunyi di Balik Batu Gantung Parapat

Batu Gantung Parapat - Parapat sudah sangat populer sebagai destinasi wisata Danau Toba, selain menjadi tempat favorit bagi wisatawan domestik dan internasional, salah satu spot kaldera Toba ini memiliki beberapa objek wisata menarik baik mitologi, sejarah dan tentu saja alam. Tidak itu saja, Parapat menjadi tempat penyebrangan menuju Tomok dan Tuktuk yang letaknya berada di Kabupaten Samosir.

Menempuh perjalanan sekitar 5 jam dari Kota Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara, sejarah penamaan kota Parapat sendiri berasal dari mitologi atau kepercayaan yang hingga kini terus mengalir serta memiliki kaitan erat dengan Batu Gantung Parapat.

Batu Gantung Parapat - Foto By Yohan Roy Gratia (Instagram)
Berdasarkan cerita masyarakat setempat, dahulu hiduplah sepasang suami istri yang tinggal di sebuah huta (kampung) di Simalungun. Kehidupan mereka semakin bahagia setelah dianugerahi seorang puteri nan cantik, anak satu-satunya. Kala itu, masyarakat Batak juga mengenal perjodohan, perjodohan tersebut biasanya dilakukan sesuai kekerabatan yakni pariban. Dimana sang putri akan dijodohkan dengan anak laki-laki dari namboru, atau saudara perempuan dari sang ayah.

Baca juga artikel Pariwisata Sumut menarik lainnya: 

Si putri tersebut sempat menolak, namun ia tidak pernah didengar hingga ia memutuskan untuk terjun ke Danau Toba mengakhiri hidup. Hal tersebut ia lakukan ketika kedua orangtuanya tengah pergi ke ladang. Si anjing yang setia menemani putri itu ikut serta mengikuti, dengan derai airmata, si puteri terus berlari menerobos hutan hingga tanpa ia sadari sebuah lubang menganga telah menanti di depan, naas, ia terperosok.

Tubuh si putri masuk ke dalam lubang dan ia tidak bisa keluar, si anjing yang mengikuti pun tak bisa melakukan apa-apa kecuali melolong di tengah kesepian. Perlahan, ia menangis seraya mengucapkan kata dalam bahasa Batak Simalungun "Parapat Batu, Parapat Batu" yang berarti: "Merapatlah Batu...Merapatlah Batu".Kata itu terus ia ulang hingga tanpa diketahui, batu tersebut memang benar-benar merapat hingga menelan seluruh anggota tubuhnya.

Melihat hal itu, si anjing bergegas menemui tuannya, ayah dan ibu dari si putri. Pencarian terhadap putri satu-satunya tak juga membuahkan hasil. Si anjing akhirnya membawa kedua orangtua tersebut memasuki tempat dimana sang putri berada. Sayup-sayup teriakannya masih bergema.

Dengan berlinang air mata, mereka memohon agar sang puteri dikembalikan. Tetapi sayang, si putri juga menolak hingga kemudian batu itu benar-benar tertutup. Beberapa waktu kemudian, terdengar gempa dahsyat, di tepian Danau Toba, terlihat batu besar menyerupai tubuh manusia yang bergantung. Itulah legenda Batu Gantung Parapat yang begitu fenomenal. Batu Gantung hingga kini masih dapat dilihat, menggunakan transportasi air baik speed boat maupun kapal dari Parapat. (Text: Thomson Edu - Editor: Anthony N)
Legenda Tersembunyi di Balik Batu Gantung Parapat Reviewed by pariwisata SUMUT on March 15, 2018 Rating: 5

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

All Right Reserved By Pariwisata Sumut Net. Powered by Blogger.