Widget HTML Atas

Aek Sipangolu - Mata Air Bersejarah dengan View Tebing Toba

aek sipangolu bakkara image via @kawantouringmedan
Lumrah jika setiap destinasi punya keunikan berbeda, pun dari segi identitas nama, sejarah hingga keindahan yang ditawarkan selalu memiliki daya tarik tersendiri. Begitu juga dengan yang akan dibahas kali ini yaitu Aek Sipangolu.

Pada pamplek yang terpancang, disebutkan bahwa Aek sipangolu adalah tempat di mana Raja Sisingamangaraja I beristirahat tatkala hewan yang ditungganginya sedang kehausan. Saat sedang duduk, Ia kemudian menancapkan tongkat ke dalam tanah hingga akhirnya mengucur deras air jernih yang mengalir terus ke Danau Toba.

Tak hanya melegakan orang yang dahaga karena haus, Aek Sipangolu atau kerap juga disebut Binanga Bibir yang berarti air pemberi kehidupan juga dipercaya memiliki sisi mujarab. Menurut warga, dapat mewujudkan keinginan seseorang.

Aek Sipangolu

Terpaut sekitar 45 menit dari kota Dolok Sanggul, tempat wisata ini terletak di Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbang Hasundutan (peta google). Lokasinya itu cukup dekat dari Sipinsur dan Tombak Sulu-sulu.

1. Sejarah Aek Sipangolu

aek sipangolu
image via tjunggu tjermin/fb
Mengunjungi Aek Sipangolu merupakan suatu perjalanan wisata berantai. Pasalnya, pelancong bisa menyusuri beberapa spot sekaligus yang berkaitan dengan peninggalan sejarah Raja Sisingamangaraja di Tano Batak.

Tempat wisata di Simangulampe ini adalah salah satu spot terbaik. Kenapa dikatakan demikian? Karena pengunjung akan disajikan eskotika Danau Toba di kejauhan. Pemandangan Tipang Mas yang elok serta perbukitan tropis yang mengelilingi desa ini.

Sesuai telusuran sejarah, lokasi Desa Simangulampe yang berbatasan dengan keindahan Danau Toba ini merupakan jalur yang pernah dilintasi oleh Raja Sisingamangaraja 1 sewaktu ia bepergian ke Manduamas. Meski desa di Baktiraja ini dekat dari danau, tetapi tebing yang curam menjadi penyebab air tawar itu sulit dijangkau.

Kala itu, gajah putih yang ditungganginya merasa haus, ia pun berdoa kepada Debata Mula Jadi Nabolon. Atas petunjuk yang didapat, tongkat sakti yang dinamai Tombak Hujur Siringis yang dipegang kemudian diarahkan ke bekas telapak kaki gajah di atas tanah. Ajaibnya, sekonyong-konyong muncullah mata air deras dan jernih.

Nah, mata air yang kemudian disebut Aek Sipangolu tersebut dijadikan sebagai destinasi sejarah sekaligus wisata alam.

2. Atraksi dan Aktivitas Wisata

aek sipangolu - image via eddy suranta pinem/fb
Kalau kamu ke sini, pemandangan yang didapatkan akan sangat luar biasa indahnya. Kamu juga dapat melakukan sederet kegiatan seru lho!

Mata air yang mengalir deras dan bermuara ke Danau Toba ini sudah dilengkapi dengan pancuran. Di pancuran tersebut, pengunjung bisa mandi atau sekedar meminum air yang menyegarkan. Karena langsung dari dalam bumi, air itu tentu aman untuk diminum.

Turun dari spot utama, kita bisa menjumpai kolam Aek Sipangolu. Posisi kolam tersebut berada di antara pemukiman warga desa Simangulampa. Ukurannya memang tidak terlalu luas, hanya sekitar 3x4 meter. Tetapi jernihnya air yang mengisi kolam akan membuat kita tak sabar untuk langsung berendam.

Berendam di sini luar biasa sih, pemandangan Danau Toba tampak jelas dan cuma dibatasi oleh pohon-pohon mangga. Sambil berenang menikmati air yang mujarab tersebut, wisatawan dapat memesan makanan ringan dari warung sekitar.

3. Tiket Masuk dan Amenitas
aek-sipangolu
image via olan muary sitompul/fb
Tidak ada yang perlu dipikirkan soal biaya masuk, tempat wisata ini sepenuhnya gratis tanpa ada embel-embel retribusi. Kendati demikian, setiap pengunjung diharapkan untuk selalu ikut menjaga keindahan di sana.

Fasilitas tambahan lainnya selain kolam yaitu menara pandang dan kamar mandi. Setiap jalan setapak sudah dibuat permanen, tersedia tangga dan pagar besi untuk berpegangan tangan. Jadi jika kelelahan, pengunjung bisa istirahat sejenak sambil menikmati panorama asik dihadapan mata.

Disini, sudah tersedia spot khusus bagi pengunjung yang ingin memandang keindahan danau yang luas terhampar. Fasilitas yang disediakan oleh Pemkab Humbahas itu kerap kali dijadikan latar berfoto oleh wisatawan.

Berlangganan via Email